Karat merupakan salah satu penyakit yang menyerang kacang panjang. Penyakit ini menyebabkan wabah berkala di daerah Colorado Timur selama 50 tahun terakhir. Di beberapa daerah, penyakit karat kacang panjang telah menyebabkan kerugian 50 persen. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan Uromyces appendiculatus. Cendawan ini merupakan Filum Basidiomycota, Kelas Urediniomycetes, Ordo Uredinales, dan Famili Pucciniaceae. Spora cendawan ini menginfeksi bagian daun tanaman dalam bentuk urediniospora dan teliospora. Cendawan akan membentuk teliospora pada musim dingin, sebagai struktur pertahanan.

Gejala awalnya tampak seperti bintik-bintik kecil, sedikit menonjol, kuning atau putih di atas dan atau di bawah permukaan daun. Bintik-bintik kemudian memperbesar dan membentuk pustul-cokelat kemerahan atau berwarna karat yang berdiameter sekitar 0.125 inci dan mengandung ribuan spora. Pada  musim panas , Spora  dapat segera dibebaskan dari pustul dan memberikan penampilan seperti karat, bila disentuh akan menempel ditangan. Pada buah terdapat kerusakan berupa nekrosis berwarna hitam, buah yang menghitam akan sangat berpengaruh terhadap kualitas produksi kacang panjang. Gejala seperti ini juga terdapat  pada daun.

Pengendalian untuk penyakit karat kacang panjang ini bisa dilakukan dengan praktek budidaya seperti rotasi tanaman (2-3 tahun) untuk menurunkan potensi penyebaran. Sisa tanaman yang terserang harus dibakar. Pasokan air irigasi harus pas, jangan terlalu banyak agar kelembabannya terkontrol. Sistem drainase juga harus baik. Beberapa fungisida dapat mencegah atau mengurangi infeksi karat, jika penerapannya pada awal musim sebelum epidemi menjadi berat. Terapkan fungisida untuk mencegah kerugian, dapat digunakan fungisida seperti azoxystrobin (Quadris), boscalid (Endura) dan pyraclostrobin (Headline). Untuk pemakaian fungisida, sedikitnya 5 galon air per hektar ditambah dengan fungisida pilihan unuk disemprotkan ke bagian-bagian tanaman yang terserang patogen ini.

Comments are closed.