Sapu merupakan penyakit yang cukup serius pada kacang panjang. Penyakit ini menyerang pada seluruh bagian tanaman (sistemik). Penyakit ini disebabkan oleh fitoplasma. Fitoplasma ditularkan melalui vektor (serangga).Secara genetis fitoplasma lebih dekat kekerabatannya denga Acholeplasma daripada Mycoplasma.

Penyakit kerdil pada kacang panjang mempunyai beberapa sebutan, yaitu penyakit sapu, sapu setan dan pemyakit keriting Penyakit sapu yang disebabkan oleh fitoplasma merupakan salah satu penyakit penting pada tanaman kacang-kacangan khususnya kacang panjang . Penyakit sapu pada tanaman kacang panjang gejala awalnya adalah terbentuknya proliferasi atau tunas, tidak menghasilkan polong atau polong hampa, pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk “sapu” dan jika serangan terjadi sangat parah tidak akan terbentuk biji.. Gejalanya tanaman tampak kerdil, daun-daun kecil melengkung ke bawah, bergelombang dan berwarna hijau tua (lebih gelap). Ruas batang pendek-pendek dan banyak tunas-tunas yg tumbuh di ketiak daun sehingga tanaman tampak rimbun dan terlihat seperti sapu. Penyakit ini menyebabkan tanaman kacang panjang tidak bisa berbuah meskipun mampu berbunga.

Fitoplasma  ini bisa ditemukan di pembuluh tapis pada jaringan floem. Perkembangbiakan mikroplasma berlangsung di dalam jaringan floem tersebut sehingga menyebabkan terganggunya fungsi floem. Di samping itu keberadaan Fitoplasma menyebabkan terganggunya keseimbangan hormon di dalam tumbuhan. Akibatnya pertumbuhan abnormal. Penyakit ini ditularkan oleh wereng Orosius argentatus.

Cara untuk pengendalian penyakit sapu ini terbagi menjadi dua yaitu pencegahan penyakit dan pengendalian setelah penyakit menyebar. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemilihan benih yang sehat dengan serangkaian uji benih. Selain itu jarak tanam dan pola tanam juga perlu diperhatikan untuk mengurangi populasi vektor dari fitoplasma tersebut. Jika ditemukan tanaman yang terserang penyakit sapu ini hal yang dapat dilakukan adalah dengan mencabut tanaman tersebut dan membakarnya agar fitoplasma tidak menyebar. Cara lain pengendalian penyakit ini adalah dengan mengendalikan vektor dari fitoplasma seperti kutu daun dengan insektisida kimia maupun nabati. Secara umum, perawatan tanaman  selama fase awal penyakit ini jauh lebih
efektif daripada perawatan tanaman dalam stadium lanjut  penyakit ini. Tanaman terinfeksi atau tidak aktif propagative  dapat sepenuhnya dibebaskan dari fitoplasma dengan pemanasan. Tanaman yang terinfeksi disimpan dalam ruang pertumbuhan pada suhu 37 ° C selama beberapa hari, minggu, atau bulan; tidak aktif  organ yang direndam dalam air panas pada 30-50 ° C selama 10 menit pada temperatur yang lebih tinggi dan sebagai selama 72 jam pada suhu yang lebih rendah.

Comments are closed.